Belajar Ikhlas Dengan Masalah Yang Datangnya dari Allah

Manusia itu pada dasarnya lemah, bener deh lemaahh banget… Saking lemahnya, dia tu ga berasa kalau dia butuh bantuan dari Allah ketika sedang didera berbagai masalah dalam hidupnya. Masalah yang berat sekalipun kalau kita ga’ ngegantungin sama Allah, udah deh, makin lemah dan payahlahkita. Masalah yang mendera kita sepanjang hidup kita, itu adalah ujian dari Allah, karena kita adalah makhluk Allah yang lemah, jangan sampe deh kita jadi lupa sama yang Maha Kuasa, yaitu Allah yang mampu memberikan kita kekuatan dengan ijinNya, agar bisa menghadapi segala masalah yang menimpa kita. Kok bisa? Bagaimana caranya?

Belajar Ikhlas Dengan Masalah Yang Datangnya dari Allah

ikhlas dengan semua masalah

Banyak Ujian yang kita adepin sehari-hari, yang mungkin menurut kita, “kok ni ujian dateng mulu sih..”, trus ngedumel kayak begini “duh ni urusan kenapa jadi njlimet gini sih…” dan berbagai keluhan serta cacian kepada kehidupannya, keluar dari mulutnya. Nah kalo udah begitu, buru-buru dah ambil wudhu, segera shalat 2 rokaat, minta ampun dan bertaubat kepada Allah. Mungkin aja kita lagi diuji sama Allah, atau kita lupa ama kewajiban-kewajiban kita selama ini.

Baca juga : Berkawan dan berbanggalah dengan masalah

Allah yang datang 5 kali dalam sehari, kita lupain, padahal kita sadar tuh…”Bentar ya Allah, lagi sibuk nih”, “Bentar ya Allah, lagi itung duit ni”, Astaghfirullah….jangan sampe dah kayak gini.

Nanti pas Allah mulai “ngelupain” kita (karena memang dasarnya kita yang lupa kepada Allah), barulah kita sadar. Banyak urusan yang ga’ bisa kita selesaikan, banyak urusan yang menguras fikiran, tenaga bahkan harta yang tidak sedikit hanya untuk membereskan masalah kita. Contoh: rumah yang mau disita, kehilangan kerjaan, anak berantakan, istri yang kurang taat, bisnis kacau balau, wah banyak deh.

Seberat dan sebesar apapun masalah yang kita hadapi, masih ada Zat yang Maha Besar daripada masalah-masalah kita, yaitu Allah. Ikhlas-lah menerima masalah yang datang mendera, segera bersandar kepada Allah yang memberi masalah kepada kita, segera wudhu dan mendatanginya di sepertiga malam terakhir.

Sering-seringlah bangun malam dan shalat Tahajjud ketika banyak orang-orang terlelap tertidur pulas dan melupakan masalah mereka di malam hari, walau keesokkannya (bagi orang-orang yang tidak shalat malam) belum tentu mereka terbangun dan melihat masalah mereka terselesaikan, iya khan?

Baca juga : Cara daftar Paytren Ustad Yusuf Mansur

Berbeda dengan kita yang mau menyandarkan semua masalah yang kita hadapi, jika kita mau ikhlas dan menggantungkan masalah hanya kepada Allah. Mungkin saja selama ini ada banyak dosa yang “masih” saja kita kerjakan, sehingga masalah demi masalah menghampiri kita, atau kita yang tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Perbaikilah diri kita, terutama perbaikan hubungan kita ke Allah dulu. Kejar waktu shalat 5 waktu dengan tepat waktu. Kerjakan yang sunnah-sunnah. Dengan demikian lama-lama Allah akan merasa senang jika kita terus memperbaiki kualitas waktu kita kepada Allah.

Hanya ada jalan yang bisa merubah semua itu, kembalilah kepada fitrah kita, ikhlas dan bersangka baiklah kepada Allah Swt, bahwa dibalik masalah atau ujian yang kita hadapi pasti ada hikmah, mungkin kita harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi, agar banyak orang yang mau mendoakan demi kebaikan kita, sehingga satu persatu masalah yang kita hadapi, akhirnya perlahan-lahan menghilang dan diselesaikan dengan baik. Dan kita pun akan menemukan pribadi baru yang lebih baik lagi, yang lebih dewasa dalam menghadapi masalah.

Paling Banyak Dicari:

  • religi belajar ikhlas
error: Content is protected !!