Ini Ciri Anak Yang Mulai Keranjingan Main Game

Dunia anak tidak terlepas dari dunia bermain. Macam-macam permainan yang mereka bisa mainkan terkadang membuat mereka lupa waktu. Bagi anak-anak, bermain adalah sangat menyenangkan dan bisa melampiaskan ekspresi mereka dalam bermain dengan temannya. Namun bagaimana dengan permainan game elektronik?. Para orang tua kadang merasa cemas jika anak sudah bermain game terlalu lama. Dan ini menjadi “concern” bagi orang tua agar selalu mengawasi anak dalam bermain game. Berikut ciri-ciri anak yang mulai keranjingan bermain game :

1. Waktu bermain game yang tidak normal. Bermain game bagi anak normalnya adalah 1 jam dan itu pun harus dalam pengawasan orang tua. Orang tua wajib mengawasi anak jika sedang main game (terutama game online via internet) di rumah.

Jika anak bermain game lebih dari satu jam dalam sehari atau lebih dari 3 kali dalam seminggu, orang tua perlu memberikan nasihat agar anak tidak terlalu lama dan sering bermain game.

2. Anak cenderung mengurung diri dalam kamar bahkan sering melalaikan tugas sekolah dan lupa jam makan dan sebagainya. Jika hal ini terjadi, janganlah langsung menghakimi mereka dengan mengambil atau merebut game dari tangan mereka seperti penguasa otoriter.

Dekatkan diri Anda dengan anak jika mereka sering berdiam di kamar bermain game. Ajaklah anak untuk berbicara di meja makan. Berikan mereka kesibukan selain mengerjakan tugas sekolah yang menyenangkan, seperti belajar membuat kerajinan, belajar bisnis entrepreneur, atau hal-hal lain yang mereka belum pernah temukan sebelumnya.

Baca juga : Bagaimana Membangkitkan Minat Baca Anak Yang Paling Mudah

Memperkenalkan hal baru kepada mereka yang sering berdiam diri di kamar bermain game, akan menjadi penarik perhatian bagi anak untuk tidak selalu (keranjingan) bermain game.

3. Sikap dan perilakunya berubah. Anak yang sudah keranjingan bermain game akan memiliki sikap yang “offensif”, menyerang dan tidak mau mengalah.

Anak yang sering bermain game seperti mengacuhkan nilai-nilai sosial yang berlaku di sekitar mereka. Bagi mereka kemenangan adalah hal mutlak dan kejujuran serta menghargai sepertinya raib karena ingin memperoleh kemenangan tanpa menghiraukan orang lain, seperti apa yang mereka mainkan di game favorit-nya.

Bagi mereka, semua cara bisa dilakukan agar bisa memenangkan pertarungan mereka di game favorit-nya. Jadi banyak nilai sosial yang justru dirusak dalam permainan game, yang justru digemari oleh anak-anak kita.

Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Anak yang terlalu sering bermain game akan memiliki pemahaman nilai sosial yang perlu di bimbing oleh orang tuanya.

Jangan pernah melarang anak untuk bermain game dirumah, namun pendekatan secara emosional antara anak dan orangtua akan bisa meredam dan menjauhkan mereka dari game kesayangannya. Berikanlah nasihat dan pengertian kepada anak dengan nada rendah dan penuh kasih sayang, agar mereka mengetahui bahwa jika bermain game terlalu lama akan menyebabkan kerusakan pada mata dan otak mereka.

Baca juga : 5 Tips Membuat Anak Senang Olahraga

Anak adalah generasi penerus bangsa dan sebagai orang tua kita wajib melindungi mereka dari hal-hal yang justru merusak masa depan mereka sendiri.

error: Content is protected !!